Mengapa suhu belakangan terasa lebih panas? Ini penjelasan BMKG

gtofreel.com-artikel- Mengapa suhu beberapa hari terakhir terasa lebih panas? Seperti diketahui suhu panas di sejumlah wilayah Indonesia memang terasa lebih panas belakangan ini, banyak masyarakat yang bertanya-tanya apa penyebabnya. Bahkan beberapa menduga hal ini karena Indonesia diserang oleh gelombang panas. Benarkah demikian?

Suhu terasa lebih panas? Mengapa?
Peningkatan suhu maksimum beberapa hari terakhir

Suhu terasa lebih panas? Mengapa?

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Urip Haryoko menerangkan kondisi suhu dan terik yang terasa lebih panas belangan ini tidak bisa dikatakan gelombang panas. 

"Gelombang panas dalam ilmu cuaca dan iklim didefinisikan sebagai periode cuaca panas yang tidak biasa yang biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih, disertai oleh kelembapan udara yang tinggi," tegas Urip, dalam siaran pers Sabtu (16/10). 

Adapun suhu panas di sejumlah wilayah Indonesia terasa lebih panas disebabkan suatu siklus biasa yang terjadi setiap tahun dari adanya gerak semu matahari. Siklus ini membuat potensi suhu udara terasa lebih panas dalam suatu periode dan dapat berulang tiap tahunnya. 

"Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya," jelas dia. 

Urip juga menjelaskan dalam beberapa hari terakhir suhu maksimum siang hari di beberapa wilayah mengalami peningkatan. "Saat ini, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir," Ujar Urip. 

Rincian Penyebab Meningkatnya Suhu Maksimum 

Suhu terasa lebih panas? Mengapa?

Lebih lanjut Urip menyebutkan beberapa penyebab peningkatan suhu maksimum di sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir: 

Pada Oktober, kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dalam perjalannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator. Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi dua kali, yaitu di September/Oktober dan Februari/Maret, sehingga puncak suhu maksimum terasa di wilayah Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut. 

Cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan. Kondisi tersebut berkaitan dengan adanya Siklon Tropis KOMPASU di Laut China Selatan bagian Utara yang menarik masa udara dan pertumbuhan awan-awan hujan serta menjauhi wilayah Indonesia sehingga cuaca di wilayah Jawa cenderung menjadi lebih cerah-berawan dalam beberapa hari terakhir. 

Artikel ini telah tayang di:
Liputan6.com: BMKG Bantah Kabar Indonesia Diserang Gelombang Panas 
Nasional.kontan.co.id: BMKG: Suhu di Indonesia alami peningkatan, tapi bukan gelombang panas

Baca Juga
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url