Apa itu Technical Architect? berapa gajinya? Update!


Kalian yang punya passion di bidang IT dan berkeinginan bekerja di perusahaan IT ternama karir techincal architect atau juga biasa disebut software architect mungkin bisa menjadi pilihan karir dari keinginan kalian.





Kebutuhan terhadap akses digital diera kini memanglah menjadi prioritas, terlebih untuk suatu perusahaan baik berskala kecil sampai besar. Di sejumlah perusahaan, fasilitas akses digital sangat berpengaruh terhadap kinerja dan efektifitas, terlebih untuk perusahaan yang telah merealisasikan Internet of Things (IoT). 





Buat kamu yang berminat untuk bekerja di perusahaan IT ternama, karier sebagai software architect mungkin adalah jawaban dari keinginan tersebut.
Ilustrasi IoT (Photo by Josh Sorenson on Pexels.com)




Dalam pelaksanaannya Technical Architect lah yang berperan urgen dalam bidang ini berikut ulasan technical architect dalam karlotapost.





Apa itu Technical Architect?





Technical architect atau disebut pun software architect adalah seorang arsitek teknis yang bertugas sebagai penghubung antara manajer perusahaan, perancang, hingga developer yang mengerjakan keperluan teknologi informasi (TI) bagi suatu perusahaan.Profesi ini seringkali bekerja pada perusahaan aplikasi development yang mempunyai produk-produk aplikasi yang lumayan besar dan kompleks. Seorang Technical Architect mesti mengantisipasi dan mengidentifikasi keperluan TI dan merancang solusi, sampai harus meyakinkan penyelesaian tersebut bekerja seefisien mungkin terhadap seluruh pihak dalam sebuah perusahaan.





Apa itu teknikal arsitek atau software architect? dan bagaimana potensi kerjanya? Karir Ini bisa jadi jawaban dari keinginan kalian anak it.
Ilustrasi Software Architect (Photo by cottonbro on Pexels.com)




Terkadang Technical Architect diutamakan pada bidang tertentu dari suatu kerangka kerja TI, seperti dalam bidang security. Namun, mayoritas Technical Architect bertanggung jawab untuk menambah pengalaman pemakai akhir atau meyakinkan proses penggunaan perangkat digital dari sebuah perusahaan bermanfaat dan berjalan lancar.





Software architect pun dapat bertugas guna mendesain dan merekomendasikan secara technical tentang bagaimana dan apa yang dibutuhkan dalam mengembangkan produk aplikasi tersebut. Seorang yang profesional di bidang ini biasanya pernah meniti karir sebagai programmer, aplikasi engineer atau system analisis.





Seorang arsitek teknis seringkali bekerja dengan standar 40 jam kerja per minggu, namun karena tenggat dan dengan prioritas tinggi seringkali membutuhkan pekerjaan pada akhir pekan atau malam hari. Bergantung pada jenis perusahaan lokasi seseorang bekerja, seorang arsitek teknis bisa dipanggil guna bepergian bertemu klien atau mungkin mengerjakan semua kegiatan mereka di kantor.





Bagaimana menjadi Technical Architect atau Software Architect? cek di halaman selanjutnya.









Baimana menjadi Technical Architect atau Software Architect? Untuk menjadi arsitek teknis, dibutuhkan gelar sarjana, seringkali dalam ilmu komputer, kiat komputer, sistem informasi, atau pengembangan perangkat lunak. Di samping itu, seorang arsitek teknis diinginkan mempunyai pengalaman dengan lumayan banyak pada bahasa pemrograman, yang bergantung pada keperluan organisasi mereka. 





Beberapa bahasa pemrograman yang lebih populer yang diperlukan ialah JavaScript, SQL, .NET, dan C #. Perusahaan pun mungkin membutuhkan sertifikasi laksana Microsoft Certified Architect, Sun Certification Enterprise Architect, Open Group IT Architect Certification, dan IBM Service Orientated Architecture Solution Designer.





Apa tugas techincal architect?





  • Merekomendasikan teknologi yang paling sesuai untuk mengembangkan produk software
  • Membuat standar-standar aplikasi development yang akan dipakai oleh kesebelasan programmer / developer
  • Membuat rancangan / desain aplikasi dan proses pengembangannya secara keseluruhan




Berapa potensi gaji technical architect?





Dilansir dari payscale.com, gaji seorang aplikasi arsitek di US berkisar pada $71.38 / jam atau selama 1 juta rupiah per jamnya. Dengan skil dan empiris di miliki, pantaslah seorang Technical Architect mempunyai gaji laksana itu. Semakin kawakan seorang Technical Architect potensi gajinya pun bisa semakin tinggi.





desk laptop office friends
Ilustrasi Software Arsitek (Photo by George Morina on Pexels.com)




Bisa berada pada posisi sebagai seorang software architect adalah hal yang luar biasa bagi sebagian orang.





Mengetahui tugas, kewajiban, skill dan jenjang karier meruapakan bahan pertimbangan yang harus kalian perhitungkan dalam memilih divisi paling tepat yang tentunya sesuai dengan skill kalian.





Seorang software architect, haruslah mempunyai latar belakang ilmu komputer, teknik informatika, dan manajemen informatika dan penunjangnya.





Ketiga hal di atas, dapat menjadi modal kalian bisa bekerja di perusahaan IT dalam mendesain, mengembangkan berbagai software.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url