Idah Kawal Pencairan Bansos Sembako dan PKH Rp16.8 Miliar


Karlotapost-News- Idah  Kawal Pencairan  Bansos Sembako dan PKH Rp16.8 Miliar. Anggota Komisi VIII DPR RI, Idah Syahidah Rusli Habibie, terjun langsung  untuk melakukan monitoring. Penuntasan transaksi pemanfaatan bantuan sosial (Bansos) Sembako, Sembako PPKM dan PKH di Provinsi Gorontalo, Kamis-Jum'at (4/02/2022).





Idah Kawal Pencairan Bansos
Idah Syahidah Saat Monitoring Foto : Istimewa




Monitoring yang dilakukan Idah Syahidah bersama Inspektur Ditjen Linjamsos Kemensos RI. Laode Taufik Nuryadin ini, sebagai upaya mempercepat pencairan dana bansos yang sudah ada di rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) namun belum ditransaksikan. Untuk Gorontalo dikatakan Idah, masih ada dana sebesar Rp16.8 miliar yang belum dicairkan KPM.





Jumlah tersebut, bagian dari dana bansos sebesar Rp2.7 triliun yang belum ditransaksikan se-Indonesia untuk tahun anggaran 2021. Hal tersebut terungkap, saat rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Sosial (Mensos) beberapa waktu lalu.





"Komisi VIII DPR RI memperjuangkan agar dilakukan perpanjangan waktu pencairan hingga pertengahan Februari, padahal seharusnya Desember 2021 sudah harus tutup buku. Agar dananya bisa terserap semua ke masyarakat. Serta bersepakat untuk melakukan monitoring penuntasan transaksi pemanfaatan bansos ini," ucap Idah Syahidah.





Karenanya, Idah bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI melakukan percepatan, dengan turun langsung ke Kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo, mengawal bank-bank himbara seperti BRI dan Mandiri, untuk mengumpulkan para KPM  melakukan pencairan serentak.





Idah mengaku, saat monitoring ke Gorontalo Utara (Gorut), ada dana sebesar Rp3.1 miliar milik 1.933 KPM yang belum dicairkan. Jumlah tersebut, berasal dari dana KPM senilai Rp200 ribu per bulan yang belum dicairkan selama enam bulan sejak Juli 2021. Dan masing-masing KPM berjak dana sebesar Rp1.2 juta. Ditambah dana milik 1.015 KPM bulan Oktober yang belum mencairkan





"Sayang sekali kalau ini tidak dicairkan sedangkan mereka membutuhkan. Jika tidak dicairkan hingga pertengahan Februari, maka dananya nanti akan ditarik negara. Contoh di Bone Bolango masih ada dana tersimpan Rp7.2 miliar dan Gorontalo Utara Rp3.1 miliar, dan ini harus segera ditransaksikan," kata Idah





Upaya Penuntasan Transaksi, Idah  Kawal Pencairan  Bansos





Upaya penuntasan transaksi bantuan ini menyasar hampir 23 ribu KPM yang belum mencairkan dananya di e-waroeng.





"Alhamdulillah terjadi pergerakan signifikan transaksi ketika saya turun monitoring penuntasan transaksi ini. Di setiap Kabupaten/kota untuk saya datangi, langsung bergerak melakukan transaksi," lanjut Idah





Penuntasan transaksi ini juga dilakukan bersama Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta para Koordinator Daerah (Korda) bantuan pangan juga para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se-Provinsi Gorontalo, menyisir para KPM yang belum bertransaksi untuk mencairkan dananya.





"e-waroeng harus menyediakan barang-barang berkualitas yang bagus. Beras jangan ada kutu, sayuran yang masih segar  . telur yang baru dan lainnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penuntasan pencairan ini. Sehingga para KPM dapat menerima haknya," tutup Idah.





BACA JUGA : Ibu Idah Syahidah Rusli Habibie Hadir Membuka Turnamen Voli Ball di Sport Center


Baca Juga
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url