Prakerja Gelombang 23, 212 Kabupaten Kota Dapat Prioritas


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah resmi membuka pendaftaran program Kartu Prakerja Gelombang 23 pada Kamis (17/2/2022) pukul 14.15 WIB.





Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah resmi membuka pendaftaran program Kartu Prakerja Gelombang 23 pada Kamis (17/2/2022) pukul 14.15 WIB.




Pada perekrutan pertama di tahun ini, Airlangga menyampaikan, program Kartu Prakerja Gelombang 23 memutuskan untuk memberikan fokus prioritas dengan penambahan alokasi pada 212 kabupaten/kota dengan kemiskinan ekstrem.





Namun, dia tidak merinci lebih detil apa saja 212 kabupaten/kota yang mendapatkan alokasi tambahan pada Kartu Prakerja Gelombang 23.





"Diharapkan melalui bantuan Kartu Prakerja dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk dapat terlepas dari jerat kemiskinan ekstrem," kata Airlangga dalam sesi teleconference, Kamis (17/2/2022) dilansir dari liputan6.com.





Sebagai program semi-bansos, ia melanjutkan, Kartu Prakerja masih akan diprioritaskan bagi mereka yang belum menerima bantuan.





"Komite Cipta Kerja telah memutuskan pada semester 1 tahun 2022 ini, bahwa Program Kartu Prakerja masih bersifat semi bansos sama seperti periode sebelumnya," sambungnya.





Kartu Prakerja Diharap Tak Hanya Jadi Program Pemerintah Era Jokowi





Program Kartu Prakerja Gelombang 23 fokus memberikan prioritas dengan penambahan alokasi pada 212 kabupaten/kota dengan kemiskinan ekstrem
Prakerja (Credit: liputan6.com)




Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari berharap Program Kartu Prakerja dapat berlanjut setelah 2024.





Hal itu disampaikan dalam webinar Dampak Kartu Prakerja sebagai Program Pemulihan Covid-19, dikutip dari Youtube Kartu Prakerja, Kamis (10/2/2022).





“(Program Prakerja) disinergikan untuk program lain, menjadi inspirasi bagi program lain dan tidak menjadi ad-hoc project di masa Presiden Jokowi karena visi Indonesia Emas mestinya bukan visi Presiden Jokowi saja,” kata Denni sebagaiaman dilansir dalam liputan6.com.





Disisi lain, Denni mengaku lega karena hasil riset Presisi menemukan bukti bahwa Kartu Prakerja efektif. Studi Presisi digelar pada September hingga Oktober 2021 terhadap 2.156 penerima dan non-penerima Program Kartu Prakerja yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.





Hasilnya, Presisi menyimpulkan Program Kartu Prakerja meningkatkan kompetensi, produktivitas, daya saing, serta kewirausahaan penerima Kartu Prakerja. Selain itu peneliti menemukan pengaruh positif-signifikan Program Kartu Prakerja terhadap upah dan inklusi keuangan.





Halaman 2:





Sebut Bakal Jadi Contoh di G20, Airlangga: Efektivitas Kartu Prakerja Terbukti secara Ilmiah









Sebut Bakal Jadi Contoh di G20, Airlangga: Efektivitas Kartu Prakerja Terbukti secara Ilmiah





city street photo
Photo by Nout Gons on Pexels.com




Airlangga menjelaskan, program Kartu Prakerja secara resmi mulai menerima pendaftaran secara on-demand atau mandiri melalui situs www.prakerja.go.id pada tanggal 11 April 2020, atau telah berjalan selama 20 bulan.





Selama tahun 2021, tercatat ada 5.931.574 penerima Kartu Prakerja dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Semua penerima tahun ini berbeda dari penerima tahun lalu sehingga selama kurun waktu 2020-2021, program Kartu Prakerja telah memberikan pelatihan dan insentif kepada 11,4 juta orang.





Ekosistem Kartu Prakerja dibangun melalui kemitraan multi-pihak. Terdapat 7 platform digital, 181 lembaga pelatihan yang menyediakan 663 pelatihan, 5 mitra pembayaran, 8 institusi pendidikan, 4 job platform yang saling terkoneksi, serta 8 kementerian dan lembaga dan 17 pemerintah daerah yang membantu menyediakan data.





"Program ini terkait dengan inklusivitas keuangan, ini bisa menjadi contoh di dalam Presidensi Indonesia G20, di mana program ini bisa direplikasi untuk emerging country (negara berkembang) atau negara berkembang lainnya," kata dia dalam konferensi pers virtual Penutupan Program Kartu Prakerja, Rabu (15/12/2021) sebagaimana dilansir dalam money.kompas.com.





Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah secara resmi menutup penyelenggaraan Kartu Prakerja tahun 2021 pada hari ini, pukul 23.59 WIB. Telah dipastikan tahun depan, program ini akan berlanjut dengan anggaran sebesar Rp 11 triliun.





Pendaftaran Kartu Prakerja





Adapun pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 23 dibuka untuk 500 ribu orang. Calon penerima harus mendaftar terlebih dulu di situs www.prakerja.go.id.





Syarat penerima Kartu Prakerja adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18-64 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.





"Gelombang 23 dibuka dengan kuota sebanyak 500.000 orang. Gelombang selanjutnya akan dibuka dengan jumlah kuota yang sama," ujar Airlangga. Dilansir dalam liputa6.com





Berita ini telah tayang di:






Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url