Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Sejarah dan Arsitekturnya

Karlotapost Info - Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) megah di Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini dibangun pada tahun 2001 dan dibuka pada 14 November 2006. Masjid di provinsi Jawa Tengah ini memiliki luas 10.000 meter persegi dan dapat menampung antara 6.000 hingga 10.000 jamaah. Masjid Agung Jawa Tengah sendiri terletak di Jalan Gajah Raya, Samberejo, Kecamatan Jayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Masjid Raya diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) adalah masjid provinsi provinsi Jawa Tengah.

Terkait: 7 Masjid Terbesar dan Terluas di Dunia 2022

Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah


Masjid Agung Jawa Tengah adalah sebuah masjid yang terletak di Semarang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Masjid Agung Jawa Tengah dirancang dengan perpaduan gaya arsitektur Jawa, Islam, dan Romawi.

Masjid Agung Jawa Tengah

Bangunan utama masjid ini beratap limas khas bangunan Jawa namun pada akhirnya dilengkapi dengan kubah besar dengan diameter 20 meter serta 4 menara setinggi 62 meter masing-masing di setiap sudut atap sebagai tempat berdirinya masjid. Bentuk Islami Universal Pembangunan masjid dilengkapi dengan menara masjid terpisah setinggi 99 meter.

 

Keberadaan bangunan masjid ini tidak lepas dari Masjid Agung Kauman Semarang. Pembangunan MAJT dimulai dengan pengembalian tanah Wakaf Panda (Perbendaharaan) milik Masjid Agung Kauman Semarang yang sudah lama tidak menentu. Hilangnya klausul wakaf Masjid Agung Kuman Semarang diawali dengan proses tukar menukar tanah wakaf Masjid Kuman seluas 119.127 hektar yang dikelola oleh Badan Kesejahteraan Rakyat (BKM) yang dibentuk oleh Divisi Agama. Urusan. Kementerian Agama, Jawa Tengah. Karena lahan tersebut sudah tidak produktif, lahan tersebut diganti oleh BKM seluas 250 hektare di Demak melalui PT. Samberg. Kemudian saya pindah ke PT. Tensindo milik Tjipto Siswoyo.

Perjuangan banyak pihak untuk mengembalikan klausul wakaf Masjid Agung Kauman Semarang akhirnya membuahkan hasil setelah perjuangan panjang. MAJT sendiri dibangun di atas salah satu bidang Wakaf Panda Masjid Agung Kauman Semarang yang telah dikembalikan.

Baca juga: Abdullah bin Ummi-Maktum Sahabat Nabi | Muadzin Kedua yang Tunanetra

Pada 6 Juni 2001, Gubernur Jawa Tengah membentuk tim koordinasi pembangunan Masjidil Haram di Jawa Tengah untuk menangani masalah dasar dan teknis. Berkat niat mulia dan persahabatan yang erat, dalam waktu kerja yang sangat singkat, keputusan utama dapat ditentukan: kondisi tanah, persetujuan pembiayaan APBD oleh DPRD Jawa Tengah, serta pemilihan kepala daerah. tanah dan area program situs.

Kemudian pembangunan masjid dimulai pada hari Jumat tanggal 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pertama oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Saeed Ajil Hussein Al-Munawar x. Sahal Mahfouz dan Gubernur Jawa Tengah H. Mardianto. Pemasangan pilar pertama juga dihadiri tujuh duta besar dari negara sahabat, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Mesir, Palestina, dan Abu Dhabi. Dengan demikian, mata dan perhatian dunia internasional turut mendukung pembangunan Masjid Agung di Jawa Tengah.

MAJT diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Masjid ini memiliki luas 10 hektar dan luas bangunan utama 7.669 meter persegi untuk sholat, total biaya pembangunan masjid ini adalah Rs 198.692.340.000.

Meski diresmikan pada 14 November 2006, masjid ini telah digunakan untuk beribadah jauh sebelum tanggal tersebut. Masjid megah ini pertama kali digunakan untuk salat Jumat pada 19 Maret 2004 bersama Dr. Al-Khatib. H. M. Chabib Thoha, MA, (Kepala Kementerian Agama Daerah, Jawa Tengah)

Arsitektur Masjid Agung


Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung di Jawa Tengah dirancang dengan gaya arsitektur campuran gaya Jawa, Islam dan Romawi. Dirancang oleh Ir.H. Ahmad Fanani dari PT. Atelier Six Jakarta yang memenangkan kompetisi desain MAJT pada tahun 2001. Bangunan utama masjid adalah atap piramida khas bangunan Jawa tetapi akhirnya dilengkapi dengan kubah besar dengan diameter 20 meter serta 4 menara dengan ketinggian 62 meter. di setiap sudut atap sebagai bentuk konstruksi Masjid Islam internasional lengkap dengan menara yang terpisah dari bangunan masjid, setinggi 99 meter.

Gaya romantik terlihat pada konstruksi 25 tiang di halaman masjid. Tiang-tiang bergaya Coliseum Roma di Roma dihiasi dengan kaligrafi indah yang melambangkan 25 nabi dan rasul, dua kalimat Syahadat tertulis di pintu, di permukaan datar tertulis dalam huruf Arab Melayu "Sucining Guno Gapuraning Gusti" .

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Jawa_Tengah
Baca Juga
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url