Konsep-konsep Tentang Geografi Menurut Para Ahli

Geografi SMA - Banyak ahli yang memberikan konsep tentang geografi, sehingga perlu dibentuk konsep dasar untuk pengembangan geografi di Indonesia. Sebutkan dan berikan contoh konsep-konsep tersebut!

1. Konsep Lokasi

Konsep lokasi atau sering disebut dengan konsep lokasi merupakan konsep utama yang sejak awal tumbuhnya geografi telah menjadi ciri khusus geografi. Lokasi dibedakan menjadi dua, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.

Lokasi absolut berarti menunjukkan lokasi tertentu seperti letak suatu benda di permukaan bumi yang ditentukan oleh sistem koordinat garis lintang dan garis bujur. Lokasi mutlak dan tidak akan mengubah koordinat. Konsep geografis ini biasanya sulit diubah dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengalami fenomena tersebut.

Sedangkan yang dimaksud dengan letak relatif adalah suatu konsep geografis yang bersifat dinamis atau dalam geografi sering disebut dengan letak geografis yang biasanya dikaitkan dengan strategis atau tidaknya suatu tempat. Nilai yang melekat pada tinggi rendahnya objek ditentukan oleh objek atau objek lain yang berhubungan dengan objek pertama yang menjadi titik perhatian. Nilai suatu objek berdasarkan lokasinya dapat bervariasi karena perubahan keadaan eksternal yang terkait dengan objek tersebut.

2. Konsep Jarak

Konsep jarak berkaitan dengan lokasi karena nilai suatu benda dapat ditentukan oleh jaraknya dengan benda lain. Konsep jarak juga dibagi menjadi dua, yaitu jarak absolut dan jarak relatif. Jarak mutlak berarti jarak dalam satuan tertentu atau jarak sebenarnya.

Sementara jarak relatif digambarkan dalam peta isochronic yang menggambarkan jarak yang dapat ditempuh pada saat yang sama, peta isophodic menggambarkan jarak yang ditempuh dengan biaya yang sama, dan peta isotactic menggambarkan area dengan kecepatan transportasi yang sama.

Konsep jarak berkaitan dengan manfaat yang diperoleh sehingga manusia cenderung memperhitungkan jarak. Misalnya, harga tanah akan lebih mahal jika mendekati pusat kota dibandingkan dengan harga tanah di pedesaan.

3. Konsep Morfologi

Konsep morfologi menggambarkan permukaan tanah bumi sebagai akibat dari penurunan atau peninggian suatu wilayah melalui proses geologi yang biasanya disertai erosi dan sedimentasi sehingga ada pula yang berupa pulau-pulau, dataran pegunungan besar dengan lereng yang terkikis, lembah, dan tanah aluvial.

Konsep morfologi ini juga terkait dengan bentuk lahan yang dipengaruhi oleh erosi, pengendapan, penggunaan lahan, ketebalan tanah, dan ketersediaan air. Bentuk dataran dengan kemiringan tidak lebih dari 5 derajat merupakan kawasan yang cocok untuk usaha perumahan dan pertanian serta usaha lainnya.

Konsep morfologi berkaitan dengan bentuk permukaan bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya dengan aktivitas manusia. Misalnya, bentuk lahan akan berkaitan dengan erosi dan pengendapan, penggunaan lahan, ketebalan lapisan tanah, ketersediaan air, dan lain-lain.

4. Konsep keterjangkauan 

Konsep ini adalah dapat atau tidaknya suatu lokasi dijangkau dari lokasi lain. Keterjangkauan tergantung pada jarak yang ditempuh dan diukur dengan jarak fisik, biaya, waktu, dan berbagai kendala medan yang dialami. Seiring kemajuan teknologi transportasi dan ekonomi, keterjangkauan semakin tinggi sehingga jarak sangat pendek dan dunia menjadi dunia global yang lebih mudah diakses.

Keterjangkauan yang rendah tentunya akan mempengaruhi sulitnya pencapaian kemajuan dan perkembangan suatu daerah. Konsep keterjangkauan merupakan interaksi antar tempat sehingga dapat dijangkau baik dengan kendaraan umum, tradisional maupun berjalan kaki. Misalnya, keterjangkauan Jakarta-Semarang bisa dengan pesawat, dan Jakarta-Bandung dengan kereta api.

5. Konsep Pola

Konsep pola berarti berkaitan dengan sebaran fenomena di permukaan bumi, baik fenomena alam seperti aliran sungai, sebaran vegetasi, jenis tanah, dan curah hujan maupun fenomena sosial budaya seperti pemukiman, persebaran penduduk, mata pencaharian, dan jenis rumah tempat tinggal penduduk. Konsep geografi mempelajari pola dan distribusi fenomena memahami makna dan mencoba memanfaatkannya.

Konsep pola merupakan bentuk interaksi manusia dengan lingkungan atau interaksi alam dengan alam dan sosial budaya. Misalnya, pola aliran sungai terkait dengan struktur geologi dan jenis batuan. Pola pemukiman penduduk berkaitan dengan sungai, jalan raya, bentang alam, dan sebagainya.

Contoh lain, mencari alamat rumah Resti di real estate lebih mudah daripada mencari alamat Husein yang tinggal di desa. Hal ini karena penataan rumah Resti di real estate lebih teratur daripada penataan ruang tidak terencana Husein di desa.

6. Konsep Aglomerasi 

Konsep aglomerasi berarti pengelompokan berbagai kegiatan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya seperti pemukiman, kegiatan pertanian, perdagangan, dan lain-lain. Beberapa fakta geografis dapat dipelajari dengan konsep aglomerasi, terutama mengenai aspek manusia.

Misalnya, ada kecenderungan mengelompokkan penduduk di kota dengan yang berasal dari daerah yang sama, mengelompokkan pemukiman di daerah pertanian, mendekati daerah perairan, dan sebagainya. Orang kaya tinggal di daerah elit sedangkan orang miskin tinggal di daerah. daerah kumuh

7. Konsep nilai kegunaan 

Gagasan nilai kegunaan berarti bahwa interaksi manusia dengan lingkungan diberi nilai esensial dalam aspek-aspek tertentu. Misalnya, ruang terbuka hijau di suatu kota atau kawasan pemukiman memiliki nilai manfaat secara geografi.

Hal ini berkaitan dengan fungsi fisik seperti resapan air, habitat hewan, dan iklim mikro—fungsi sosial seperti estetika, dan tempat bermain dari ruang. Untuk jenis fauna tertentu perlu diberikan nilai kegunaan karena fungsinya dalam ekosistem.

Kegunaan suatu daerah memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat yang menghuninya. Daerah sejuk di pegunungan yang jauh dari kebisingan seperti Dieng dan Bogor sering dijadikan tempat rekreasi dan istirahat. Lahan pertanian yang subur sangat berharga bagi petani dibandingkan dengan nelayan atau pegawai kantoran.

Contoh nilai guna, seorang profesor memandang mata air yang mengandung mineral seperti di Ciater, Jawa Barat, sebagai objek penelitian, sedangkan seorang remaja atau anak memandang tempat itu sebagai objek wisata atau rekreasi, bahkan sebagai tempat bagi sebagian warga. untuk mengobati penyakit kulit.

8. Konsep Interaksi 

Konsep Interaksi dan Saling Ketergantungan Konsep interaksi merupakan bentuk hubungan timbal balik antara dua wilayah atau lebih yang dapat menghasilkan realitas, penampakan, dan masalah baru. Dalam konsep interaksi, satu fenomena bergantung pada fenomena lainnya.

Misalnya interaksi kota dan desa terjadi karena adanya perbedaan potensi alam. Desa menghasilkan bahan baku sedangkan kota menghasilkan produk industri. Kedua area ini saling berhubungan sehingga terjadi interaksi

9. Konsep Diferensiasi Geografis Wilayah 

Konsep Diferensiasi Geografis Wilayah atau wilayah di permukaan bumi memiliki kondisi fisik, manusia, dan sumber daya yang berbeda. Berbagai fenomena dan permasalahan geografis yang bertebaran di ruang angkasa memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Contoh masalah perkotaan yang serupa di kota yang berbeda memerlukan alternatif pemecahan masalah yang berbeda sesuai dengan karakteristik spasialnya. Hal inilah yang menjadi fokus geografi yang memerlukan adaptasi dalam mengkaji ilmunya di lapangan sehingga dapat menghasilkan pemecahan masalah yang maksimal.

10. Konsep Geografi 

Konsep Geografi dalam Relevansi Ruang Geografi adalah ilmu tentang sintesis, artinya ada keterkaitan antara fenomena fisik dan manusia yang menjadi ciri suatu wilayah dengan pola integrasi atau sintesis yang tampak dalam kajian wilayah. Luasnya cakupan objek kajian geografi berdampak pada pokok dan subtopik yang disajikan dalam pelajaran geografi di sekolah.

Untuk menunjukkan identitas geografi, konsep esensial ini harus ada pada setiap mata pelajaran dan sub topik. Tidak semua konsep dipaksa untuk muncul dalam mata pelajaran atau sub topik. Penampilannya disesuaikan dengan relevansi dan urgensinya.

Suatu daerah dapat berkembang karena adanya hubungan dengan daerah lain atau keterkaitan antar daerah dalam memenuhi kebutuhan dan kebutuhan sosial penduduknya. Misalnya: jika ditelaah melalui peta, terdapat konservasi spasial atau keterkaitan wilayah antara wilayah A, B, C, dan D. Kekeringan dan banjir di Jakarta juga erat kaitannya dengan terjadinya alih fungsi lahan di wilayah hulu sekitar Puncak -daerah Cianjur.

Baca Juga
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url