Program Pemerintah Menurunkan Kematian Bayi (Soal, Jawab dan Penjelasan Geografi SMA/Madrasah Aliyah)

Kamu lagi nyari Soal, Jawab dan Penjelasan Geografi SMA / Madrasah Aliyah tentang Program pemerintah untuk menurunkan angka kelahiran. Sebelum itu kalian harus mengetahui dulu ya Pentingnya Pendekatan Keluarga Dalam Upaya Menurunkan Angka Kematian Anak dibawah ini

  1. Balita: Melakukan revitalisasi Posyandu. Menguatkan kelembagaan Pokjanal Posyandu. 
  2. Anak Usia Sekolah: Melakukan revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
  3. Remaja: Menyelenggarakan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD)

Soal, Jawab dan Penjelasan Geografi SMA Program pemerintah untuk menurunkan angka kelahiran adalah sebagai berikut 

Program pemerintah untuk menurunkan angka kelahiran - Kamu lagi nyari Soal, Jawab dan Penjelasan Geografi SMA

1. Mempromosikan program transmigrasi

Salah satu program untuk mengatasi kepadatan penduduk tanpa menekan pertumbuhan penduduk adalah dengan menggalakkan program transmigrasi. Transmigrasi adalah program bagi penduduk dari daerah yang luas atau padat penduduknya ke daerah yang masih jarang penduduknya. Transmigrasi ini akan mendorong pemerataan penduduk. Jika penduduk terdistribusi secara merata maka hal ini akan mendorong pemerataan pembangunan. Program transmigrasi akan mengurangi kepadatan penduduk di wilayah padat penduduk dan akan dialihkan ke wilayah Indonesia yang kurang padat penduduknya.

2. Pemerataan lapangan kerja

Tidak dapat disangkal bahwa sebagian besar alasan orang suka pindah tempat kerja yang banyak diberitakan adalah karena urusan pekerjaan. Memang benar, jumlah kesempatan kerja saat ini masih timpang dimana hanya di daerah padat seperti kota-kota besar saja yang banyak. Selain itu, kesempatan kerja ini juga biasanya terdapat di daerah yang sudah padat penduduk, karena ini berarti tenaga kerja tidak langka sehingga produsen dapat mengurangi gaji karyawan. Nah, di Indonesia sendiri coba kita lihat kira-kira di pulau jawa dan pulau sulawesi mana saja yang banyak terdapat lowongan kerja? Pasti semua akan setuju untuk menjawab di Jawa. Ini karena semakin banyak pekerja berkualitas di Jawa.

3. Menekan pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana

Salah satu cara yang cukup efektif sebagai solusi mengatasi kepadatan penduduk adalah dengan meluncurkan program keluarga berencana atau KB. Keluarga Berencana merupakan program pemerintah bagi masyarakat Indonesia untuk membatasi jumlah anak, dimana satu keluarga cukup hanya memiliki 2 anak. Dalam program KB, ibu rumah tangga diberikan cara khusus agar tidak hamil. Cara yang dilakukan misalnya dengan meminum obat-obatan tertentu, menggunakan alat kontrasepsi, suntikan atau jarum suntik, dan sebagainya. Program Keluarga Berencana telah berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga jumlah penduduk di Indonesia tidak terlalu eksplosif.

4. Membuat undang-undang yang mengatur tentang usia minimal untuk menikah

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus yang marak di Indonesia adalah tentang kerusakan moral remaja. Banyak anak usia sekolah hamil di luar nikah dan kemudian dikeluarkan dari sekolah. Hal ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua orang saja, namun hampir setiap negara mengalami kasus seperti ini. Hal ini tidak hanya akan berdampak pada masa depan siswa, namun dalam jangka panjang hal ini juga akan berdampak pada jumlah penduduk di Indonesia. Bayangkan saja seorang anak usia sekolah menengah akan segera memiliki buah hati.

5. Membatasi tunjangan anak untuk PNS dan ABRI untuk anak kedua mereka

Salah satu alasan mengapa orang tidak peduli dengan jumlah anak adalah karena mereka mendapatkan keuntungan dari pemerintah dan swasta. Tunjangan tersebut diperoleh bersamaan dengan gaji yang diperoleh setiap bulannya. Oleh karena itu, pemerintah telah menempuh berbagai cara untuk menekan pertumbuhan penduduk, salah satunya dengan membatasi tunjangan anak hanya untuk anak kedua.

Ini seperti program Keluarga Berencana yang mendorong setiap keluarga untuk memiliki dua anak. Dengan membatasi tunjangan anak, seseorang akan berpikir lagi untuk memiliki banyak anak, mengingat biaya hidup yang semakin mahal, terutama biaya pendidikan yang juga semakin mahal. Namun, program ini sulit diterapkan di daerah pedesaan, karena beberapa alasan. Pertama karena tidak banyak karyawan di desa, dan kedua karena penduduk desa memiliki pemikiran “Banyak anak banyak rejeki”. Tetapi di daerah perkotaan, ini dapat membantu mengurangi kepadatan penduduk

6. Pemberlakuan tarif tinggi pada imigran

Berbagai faktor dapat mendukung Indonesia mengalami kepadatan penduduk, tidak hanya dari segi jumlah penduduk asli Indonesia tetapi juga banyak orang asing. Sekarang mari kita lihat di lapangan. Ketika kita jalan-jalan ke tempat wisata terkenal, apakah kita hanya akan menemukan wisatawan domestik atau domestik? Tentu saja tidak benar? kita akan menemukan banyak sekali turis asing yang datang dari berbagai negara.

7. Menyebarluaskan pendidikan kependudukan ke berbagai jenjang pendidikan

Masalah kepadatan penduduk sangat serius. Bukan hanya PR untuk pemerintah, tapi juga masyarakat. Masyarakat juga harus mewaspadai dampak negatif kepadatan penduduk karena masyarakat merupakan penyebab utama kepadatan penduduk. Karena itu, penting untuk menginformasikan kepada publik tentang hal ini. Salah satu caranya adalah dengan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat tentang bahaya kepadatan penduduk.

Jika sosialisasi rutin dilakukan, hal ini akan sangat membantu menyadarkan masyarakat, maka hal ini akan menjadi penekan laju pertumbuhan penduduk. Sehingga jika masyarakat sendiri sadar akan bahaya atau dampak dari kepadatan penduduk, masyarakat akan mampu menahan diri untuk tidak memiliki anak lebih sedikit.

8. Memfasilitasi dan meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan

Pendidikan juga memegang peranan yang sangat penting dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk. Apalagi bagi remaja yang ingin menikah di usia muda. Pada zaman dahulu banyak kita jumpai remaja yang baru lulus SMP, kemudian tidak melanjutkan pendidikan SMA dan langsung menikah. Ini sangat tidak baik untuk menikah di usia yang sangat muda.

Untuk itu pemerintah berusaha mengatasi hal tersebut salah satunya dengan meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan agar banyak siswa yang berminat untuk melanjutkan pendidikan. Dengan fokus dan keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, keinginan untuk menikah di usia yang sangat muda bisa ditunda. Ketika fokus pada pendidikan dan ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maka setelah lulus, seseorang memiliki usia yang matang dan matang. Pada usia tersebut, seseorang sudah matang untuk menikah. Hal ini perlu didorong karena berdampak positif.

9. Meningkatkan pendidikan dasar wajib bagi masyarakat

Masih dalam koridor pendidikan untuk memerangi kepadatan penduduk di Indonesia. Selain meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan, salah satu cara yang dapat ditempuh pemerintah adalah dengan menetapkan program wajib belajar atau wajib belajar. Dahulu wajib belajar ditetapkan 6 tahun atau setara dengan pendidikan dasar, kemudian secara bertahap naik menjadi wajib belajar 9 tahun atau setingkat pendidikan menengah pertama, bahkan paling lambat wajib belajar sudah mencapai 12 tahun yaitu SMA. tingkat. Ketika Anda mencapai usia ini, Anda harus lulus dari sekolah pada usia yang cukup matang. Jika ditambah beberapa tahun untuk bekerja, maka seseorang sudah siap menikah agar tidak memiliki anak di usia yang masih sangat muda.

Itulah Program Pemerintah Menurunkan Kematian Bayi (Soal, Jawab dan Penjelasan Geografi MA/Madrasah Aliyah) Versi Sobat Inspirasi. Semoga Bermanfaat ya.

Baca Juga
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url